Risalah hati 01


مَا أَصْعَبَ أَنْ تَبْكِيَ بِلَا دُمُوْعٍ ، وَمَا أَصْعَبَ أَنْ تَذْهَبَ بِلَا رُجُوْعٍ ،

Betapa sulitnya menangis tanpa air mata, betapa susahnya pergi tanpa kembali lagi, 

.

أخاف عليك من أي حزن يسرق ابتسامتك


Akhofu alaika min ayyi huznin yasriku ibtisamataka.
Artinya: Aku selalu menghawatirkanmu dari setiap kesedihan yang akan mencuri senyummu.
الإِهْـمَالُ مُـمِيْتٌ وَيُـخْبِرُكَ بِصَوْتٍ أَنِيْقٍ ابْتَعِدْ

Diacuhkan itu bisa mematikan, seolah (ia) mengabarimu dengan suara anggun, “Menjauhlah!”.


آخِرُ اللَّيْلِ : يَهْدَأُ الـمَكَانُ ، يَعُوْدُ الكُلُّ لِمَأْوَاهُمْ ، البَعْضُ يُغْمِضَ عَيْنَيْهِ فَيَنَامُ ، وَالآخَرُ يَـمُوْتُ شَوْقًا لِأَيَّامٍ لَنْ تَعُوْدَ

Di penghujung malam: tempat menjadi sunyi, semua telah kembali ke pembaringannya, sebagian menutup kedua matanya lalu tidur, dan lainya sekarat karena kerinduannya akan hari-hari yang tidak akan kembali.

لِـمَنْ تَشْتَاقُ ... فَتِّشْ فِي قَلْبِكَ ... القُلُوْبُ الَّتِي تَـحِنُّ لِلْبَشَرِ تَئِنُّ ... وَالقُلُوْبُ الَّتِي تَـحِنُّ للهِ تَطْمَئِنُّ

Kepada siapa engkau merindu… periksalah hatimu… hati yang rindu kepada manusia akan merintih… dan hati yang rindu kepada Allah akan tenang…

فِي مُنْتَصَفِ اللَّيْلِ أُحِبُّ وِحْدَتِي بِالرَّغْمِ مِنْ أَنَّـهَا مُعْتِمَةٌ وَبَارِدَةٌ ، تُوْقِظُ ذِكْرِيَاتِي وَصَفَحَاتٍ قَدْ أُتْلِفَتْ


Pada separuh malam, aku menyukai kesendirian meskipun saat itu suram dan dingin. Ingatanku kembali terjaga saat lembaran-lembaran gelap sudah mulai hilang. 


Komentar